Jumat, 08 Agustus 2008

Sedang Atompun Berzakat

SEDANG ATOMPUN BERZAKAT


Sebuah hikmah sederhana dari pelajaran yang juga sederhana. Ilmu kimia merupakan exsperimental science, yaitu ilmu yang berbasiskan percobaan. Semua teori dan hukum-hukum kimia didasarkan pada data percobaan dan pengamatan.
Garam dan air adalah contoh sederhana senyawa kimia yang memiliki peran vital dalam kehidupan. Kalau dipelajari lebih dalam, ternyata garam tersusun dari atom natrium dan atom klorida yang berikatan ion membentuk senyawa NaCl. Sedangkan air tersusun dari atom hidrogen dan atom oksigen yang berikatan kovalen membentuk senyawa H2O.
Terdapat integrasi yang erat antara konsep ikatan ion dengan konsep zakat sebagaimana tercatat dalam rukun Islam yang ketiga. Demikian juga ikatan kovalen sangat berkait erat dengan konsep amal jama’i yang memberi kemanfaatan. Sebagai langkah awal, mari kita pelajari lebih dalam tentang unsur, atom, ikatan kimia dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

A. Penggolongan Unsur
Sebelum membahas lebih dalam tentang atom, mari bersama memahami sistem periodik unsur yang disepakati secara ilmiah dalam “Science” khususnya ilmu kimia. Untuk memudahkan pemahaman dibuatlah tabel periodik unsur. Unsur yang terdapat dalam kolom menurun dikategorikan dalam satu golongan. Sedangkan unsur dalam baris mendatar dikategorikan dalam satu periode. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel peridik unsur berikut !







Gambar 1. Tabel Periodik Unsur
Pengelompokan unsur secara umum dibagi menjadi dua. Golongan utama dan golongan transisi. Golongan utama diberi notasi I A sampai dengan VIII A. Sedangkan golongan transisi diberi notasi I B sampai dengan VIII B. Dikarenakan kemiripan sifat logam transisi, maka diberikan dua nama khusus yang disesuaikan dengan unsur dasarnya. Sebagaimana tergambar di tabel periodik unsur di bagian bawah. Terdapat dua baris unsur. Baris atas diberi nama golongan Lantanida karena mirip sifatnya dengan unsur Lantanium. Sedangkan di baris paling bawah diberi nama golongan Aktinida karena mirip sifatnya dengan unsur Aktinium.
Berdasarkan fase, unsur juga dibagi menjadi tiga fase. Berdasarkan warna pada gambar di atas warna biru mewakili unsur fase padat, warna hijau mewakili fase cair dan warna kuning mewakili unsur fase gas. Secara dikotomis unsur dibagi menjadi unsur logam dan non logam. Khusus untuk kepentingan reaktor nuklir, juga terdapat dua jenis, unsur radioaktif dan unsur non radioaktif.

B. Kaidah Duplet dan Oktet
Atom sebagai partikel kecil suatu unsur, memiliki peran vital dalam pembentukan ikatan kimia. Teori yang digunakan dalam penentuan kestabilan atom adalah kaidah Duplet dan Oktet. Terletak di kolom paling kanan tabel periodik unsur, atom golongan gas mulia paling stabil. Gas mulia terdiri dari atom helium, neon, argon, kripton, xenon dan radon.
Berdasarkan notasi atom gas mulia dapat ditulis menjadi 2He, 10Ne, 18Ar, 36Kr, 54Xe, 86Rn. Angka indexs di depan menunjukkan jumlah proton yang dimiliki tiap atom. Karena proton bermuatan +1 maka untuk menyeimbangkan dibutuhkan muatan negatif yang sama besar. Sehingga jumlah elektron atom pada keadaan netral akan selalu sama dengan jumlah protonnya.
Berdasarkan teori atom yang dikemukakan Niels Bohr, maka diperoleh susunan konfigurasi elektron gas mulia sebagai berikut :
2He = 2
10Ne = 2 . 8
18Ar = 2 . 8 . 8
36Kr = 2 . 8 . 18 . 8
54Xe = 2 . 8 . 18 . 18 . 8
86Rn. = 2 . 8 . 18 . 32 . 18 . 8
Terlihat dengan jelas bahwa elektron valensi (angka terakhir) konfigurasi elektron gas mulia berturut-turut 2, 8, 8, 8, 8, 8.
Menurut G.N. Lewis dan W. Kossel, kestabilan atom gas mulia disebabkan oleh elektron valensi yang berjumlah delapan, kecuali He yang hanya memiliki dua elektron valensi. Menurut mereka, setiap atom dalam senyawa membentuk konfigurasi elektron yang stabil seperti halnya konfigurasi gas mulia. Karena jumlah elektron valensi 8 maka disebutlah kaidah Oktet. Sedangkan khusus helium karena elektron valensinya 2 maka disebut kaidah Duplet.

C. Ikatan Ion
Ikatan ion terbentuk antara atom logam yang mudah melepas elektron dan atom non logam yang mudah menerima elektron. Misalnya, ikatan ion pada garam dapur atau NaCl. Atom 11Na yang memiliki konfigurasi elektron : 2 . 8 . 1, cenderung melepas sebuah elektron valensinya sehingga membentuk ion Na+ (2 . 8). Atom 17Cl yang memiliki konfigurasi elektron : 2 . 8 . 7, cenderung menerima sebuah elektron sehingga membentuk ion Cl- (2 . 8 . 8). Sehingga terjadi transfer elektron dari aton natrium menuju atom klorin. Bolehlah kita katakan bahwa atom natrium ”Menzakatkan Elektron” kepada atom klorin. Lebih jelasnya silahkan anda perhatikan gambar 2 berikut.

Gambar Ikatan Ion Halaman 67 Buku Kimia Kelas 1 Terbitan Grafindo

Jika mereka bertobat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. [QS. At-Taubah 9]

Pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari ikatan kimia di antaranya adalah konsep ukhuwah, fakta menunjukkan bahwa unsur di alam ditemukan dalam bentuk persenyawaan. Dimana dalam persenyawaan kimia dibutuhkan ikatan antar atom yang terlibat di dalamnya.
Lebih jauh tentang ukhuwah islamiyah, kita bisa belajar dari ikatan ion. Dimana terdapat keikhlasan atom logam untuk memberikan elektronnya kepada atom non logam. Hal ini sangatlah sesuai dengan rukun Islam yang ketiga yaitu Zakat. Bahwa substansi dari zakat adalah yang memiliki kelebihan memberi sedangkan yang memiliki kekurangan menerima. Secara fiqih hal zakat ini berlaku untuk harta kekayaan. Kiranya penulis boleh memberikan interpretasi, maka subtansi zakat ini berlaku untuk hal apapun yang bernilai kebaikan. Artinya ketika kita memiliki kelebihan akan lebih bijaksana jika hal itu kita sampaikan kepada sahabat kekurangan. Bisa ilmu, life skill, kekuatan, dan hal lain yang jelas manfaat dan maslahatnya.

D. Ikatan Kovalen
Bagaimana halnya dengan atom non logam yang sukar melepas elektron. Padahal di alam ditemukan banyak bukti adanya persenyawaan unsur non logam. Berdasarkan struktur Lewis dapatlah dijelaskan konsep pembentukan kaidah oktet. Atom-atom yang saling membutuhkan elektron ini, memberikan sumbangan elektron untuk kemudian dipakai bersama-sama sehingga jumlah elektron valensinya menjadi dua atau delapan.
Untuk lebih memahami mari kita perhatikan struktur lewis molekul H2O. Atom 1H memiliki konfigurasi elektron : 1 (kurang 1 elektron untuk Duplet). Atom 8O memiliki konfigurasi elektron : 2 . 6 (kurang 2 elektron untuk Oktet). Oleh karena sama-sama kekurangan elektron, maka 1 elektron bebas dari atom H di sumbangkan bersama 1 elektron bebas dari atom O. Sehingga terbentuklah dua buah ikatan kovalen H-O-H. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 3 berikut.

Gambar Ikatan Kovalen H2O Halaman 70 Buku Kimia Kelas 1 Terbitan Grafindo

Pelajaran dari ikatan kovalen adalah bahwa untuk keadaan yang masing-masing atom kekurangan elektron. Diperlukan sedekah elektron dari masing-masing atom untuk kemudian dipakai bersama sehingga terbentuklah ikatan kovalen. Hal ini seperti logika membangun masjid, tidak mungkin dilakukan satu orang. Masjid hanya bisa dibangun dengan kebersamaan. Ambilah contoh dari tukang bangunan yang terlibat. Pasti dibutuhkan berbagai keahlihan, minimal harus ada tukang kayu, tukang batu, tukang keramik, tukang cat dan tukang-tukang lainnya. Sehingga kerjasama inilah yang akan menghasilkan bangunan masjid yang berkualitas. Hal ini berlaku juga untuk sisi pendanaan, pasti akan menjadi lebih ringan jika ditanggung secara jama’ah bukan hanya oleh satu orang.
Jadi lem perekat ukhuwah kedua yang kita dapat dari ikatan kovalen adalah ”Amal Jama’i”. Sebuah kerja sama untuk memadukan potensi yang dimiliki pribadi muslim. Dengan satu visi mewujudkan ”Islam yang Rahmatan Lil ’Alamin” sesuai dengan tuntunan Rosulullah saw. Artinya masing-masing kita berfikir dan bertindak bijaksana dengan memaksimalkan kemampuan yang kita miliki untuk membuktikan inilah umat Islam yang berakhlak mulia.
Sebuah ayat yang perlu kita renungkan. ”Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?" [QS. Al-Munafiqun 10]
Akhirnya, semoga kita tergolong hamba yang membangun ukhuwah dan ikhlas beramal. Serta tidak tergolong pribadi yang menyesal di akherat, karena menyia-nyikan kesempatan berbuat baik di sisa umur kita. Mari Jadikan Hidup Bernilai Ibadah. [D&T]

Daftar Pustaka
Suroso AY, Anna P, Kardiawarman. Ensiklopedia Sains dan Kehidupan. Tarity Samudra Berlian. Jakarta. 2003
Nana Sutresna dan Dindin Sholehudin. Kimia untuk SMA Kelas I. Grafindo Media Pratama. Bandung. 2004
http:\\www.mydigitalquran.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar